RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG TERHADAP APLIKASI MIKORIZA GLOMUS Sp DAN TRICHODERMA Sp PADA TANAH RAWA LEBAK
DOI:
https://doi.org/10.64528/agriwana.v2i1.28Keywords:
FMA, Trichoderma sp, Glomus sp, TerongAbstract
Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan jamur yang bersimbiosis dengan tanaman, dengan cara mengkolonisasi jaringan korteks akar tanaman. Simbiosis asosiasi yang terjadi bersifat mutualistik. Pengaplikasian FMA pada tanah yang miskin unsur hara, dapat membantu tanaman menyerap unsur hara lebih banyak, melalui miselium FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi varietas tanaman terong terhadap aplikasi mikoriza Trichoderma Sp dan Glomus Sp pada tanah rawa lebak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Rebo Kampung IV Talang Bali Rt. 024 Rw. 004 Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu varietas Terong (V) sebagai faktor ke-1 dan faktor Jenis Mikoriza (M) sebagai faktor ke-2. Masing-masing faktor dibuat 4 ulangan, sehingga diperoleh 24 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Terung Hijo (V2) dan Glomus sp (M1) memberikan respon terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, serta kombinasi V2M1 merupakan kombinasi perlakuan terbaik
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








