PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN OYONG (Luffa acutangula L.) DI POLYBAG

Authors

  • Sukarman Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama
  • Railia Karneta Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama
  • Midranisiah Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama

DOI:

https://doi.org/10.64528/agriwana.v3i2.80

Keywords:

Luffa acutangula L, plant growth regulator, NPK fertilizer, growth, yield

Abstract

Oyong (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi. Peningkatan produktivitasnya dapat dicapai melalui teknik budidaya yang tepat, termasuk penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pemupukan berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong di polybag. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2025 di Desa Terate, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis ZPT (P1 = 3 ml/l ZPT formulasi, P2 = 2 ml/l Natrium para-nitrofenol, dan P3 = 0,5 ml/l Giberelin) serta dosis pupuk NPK (N1 = 10 g/polybag, N2 = 15 g/polybag, dan N3 = 20 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT Natrium para-nitrofenol memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Pemberian pupuk NPK dosis 20 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Kombinasi ZPT Natrium para-nitrofenol dan pupuk NPK dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong.

Published

2025-12-31

How to Cite

Sukarman, Karneta, R. ., & Midranisiah. (2025). PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN OYONG (Luffa acutangula L.) DI POLYBAG. Agriwana Jurnal Pertanian Dan Kehutanan, 3(2), 85–96. https://doi.org/10.64528/agriwana.v3i2.80