Pengaruh Skarifikasi Asam Sulfat (H2so4) Terhadap Pematahan Dormansi Biji Pohon Tembesu (Fragraea Fragrans Roxb)

Authors

  • Yohanes Willy Fedrik Silitonga Program Studi Ilmu Kehutanan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama Palembang
  • Ken Dara Cita Program Studi Ilmu Kehutanan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama Palembang

Keywords:

Dormansi biji, Skarifikasi, Asam sulfat (H₂SO₄), Tembesu

Abstract

Dormansi biji merupakan salah satu kendala utama dalam proses perkecambahan biji pohon tembesu ( Fragraea fragrans Roxb.), yang umumnya disebabkan oleh kulit biji yang keras dan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi menggunakan asam sulfat (H₂SO₄) terhadap pematahan dormansi dan peningkatan daya kecambah biji tembesu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan perlakuan skarifikasi kimia menggunakan asam sulfat pada biji tembesu sebelum proses perkecambahan. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul kecambah, persentase daya kecambah, dan kecepatan perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi asam sulfat berpengaruh terhadap pematahan dormansi biji tembesu dibandingkan dengan biji tanpa perlakuan. Skarifikasi kimia mampu melunakkan kulit biji sehingga mempercepat penyerapan air dan memicu proses perkecambahan. Dengan demikian, penggunaan asam sulfat dapat menjadi salah satu metode efektif dalam upaya meningkatkan perkecambahan biji pohon tembesu untuk keperluan pembibitan dan konservasi.

Published

2023-07-03

How to Cite

Silitonga, Y. W. F., & Cita, K. D. . (2023). Pengaruh Skarifikasi Asam Sulfat (H2so4) Terhadap Pematahan Dormansi Biji Pohon Tembesu (Fragraea Fragrans Roxb). Agriwana Jurnal Pertanian Dan Kehutanan, 1(2), 22–28. Retrieved from https://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/article/view/87