https://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/issue/feedAgriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan2026-02-09T01:10:15+00:00Reza Aulia Akbarreza.akbar@stipersriwigama.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal AGRIWANA adalah jurnal ilmiah dengan no e-ISNN : 3031-237X memuat artikel hasil penelitian tentang displin ilmu pertanian dan kehutanan dengan ruang lingkup Sosial Ekonomi Pertanian, Agroteknologi dan Ilmu Kehutanan . Jurnal AGRIWANA yang dikelola oleh STIPER SRIWIGAMA Palembang dengan priode terbit 2 (dua) kali dalam setahun</p>https://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/article/view/66POTENSI PERTANIAN CABAI MERAH SEBAGAI USAHA SAMPINGAN UNTUK MENINGKATKAN PREKONOMIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PEMULUTAN BARAT2025-11-03T21:44:57+00:00Khairunnisa Ramadinikhairunnisarmdn7@gmail.comAdi Nurahmankhairunnisarmdn7@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertanian cabai sebagai usaha sampingan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat petani padi di Kecamatan Pemulutan Barat. Dengan menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 160 petani yang juga berkebun cabai, serta melalui analisis statistik deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian cabai sebagai usaha sampingan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, dengan kontribusi sebesar 16,8% terhadap variasi peningkatan perekonomian. Meskipun pengaruhnya positif, faktor-faktor lain seperti akses pasar, fluktuasi harga, dan infrastruktur yang terbatas juga memainkan peran besar dalam menentukan keberhasilan usaha cabai sebagai usaha sampingan. Oleh karena itu, penguatan akses pasar, penyuluhan pertanian, dan peningkatan infrastruktur menjadi kunci untuk meningkatkan potensi pertanian cabai dalam mendukung perekonomian masyarakat petani di Kecamatan Pemulutan Barat.</p>2023-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2023 Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutananhttps://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/article/view/67PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN2025-11-03T21:52:13+00:00Hendra Saputrahendramaliksaputra@yahoo.comAgung Prasetyohendramaliksaputra@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan meningkatkan produktivitas tanaman sayuran seperti cabai, terong, dan tomat yang ditanam di pekarangan rumah di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini melibatkan 30 responden, yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam program pemanfaatan pekarangan rumah dan penggunaan pestisida nabati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati yang terbuat dari bahan alami seperti daun mimba, tembakau, dan daun sirih efektif dalam mengurangi serangan hama seperti kutu daun, ulat, dan kutu putih pada tanaman. Penggunaan pestisida nabati ini berhasil meningkatkan hasil panen tanaman cabai sebesar 25%, tomat 20%, dan terong 15%. Sebagian besar responden merasa puas dengan penggunaan pestisida nabati, menganggapnya lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia. Namun, beberapa responden masih mengalami kesulitan dalam pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dengan benar, dan beberapa jenis hama yang lebih kuat memerlukan penanganan yang lebih intensif. Penelitian ini menyarankan bahwa pestisida nabati dapat menjadi solusi yang berkelanjutan, efektif, dan ramah lingkungan untuk pengendalian hama, serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman di pekarangan rumah</p>2023-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2023 Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutananhttps://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/article/view/68 ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA AGRIBINIS TERHADAP NILAI-NILAI ENTERPRENEUR YANG TERKANDUNG DALAM MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN2025-11-03T21:59:47+00:00Reza Aulia Akbarreza.akbar@stipersriwigama.ac.idDesti Aliyareza.akbar@stipersriwigama.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan minat mahasiswa Agribisnis terhadap kewirausahaan, dengan fokus pada tiga aspek utama: pengetahuan kewirausahaan, keterampilan kewirausahaan, dan lingkungan kewirausahaan. Menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan mahasiswa, dosen kewirausahaan, serta praktisi kewirausahaan, serta observasi terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengetahuan kewirausahaan, terutama dalam hal teori-teori dasar kewirausahaan seperti inovasi, kreativitas, dan manajemen risiko. Namun, sebagian besar mahasiswa merasa kurang mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam praktik usaha. Terkait keterampilan kewirausahaan, mahasiswa menyatakan kebutuhan yang kuat akan pengembangan keterampilan praktis, seperti perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan, namun mereka merasa kurang mendapatkan pelatihan praktis yang memadai di kelas. Selain itu, dalam aspek lingkungan kewirausahaan, mahasiswa mengungkapkan keterbatasan dalam dukungan eksternal, seperti akses terhadap modal, jaringan bisnis, dan mentor. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara minat mahasiswa terhadap kewirausahaan dan kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Penelitian ini merekomendasikan agar kurikulum kewirausahaan diperbaiki dengan lebih menekankan pada pengembangan keterampilan praktis dan menciptakan lingkungan kewirausahaan yang lebih mendukung mahasiswa, dengan menyediakan akses lebih besar terhadap sumber daya eksternal seperti inkubator bisnis dan mentor.</p>2023-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2023 Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutananhttps://ojs.stipersriwigama.ac.id/index.php/agriwana/article/view/87Pengaruh Skarifikasi Asam Sulfat (H2so4) Terhadap Pematahan Dormansi Biji Pohon Tembesu (Fragraea Fragrans Roxb)2026-02-09T01:10:15+00:00Yohanes Willy Fedrik Silitongakendarac@gmail.comKen Dara Citakendarac@gmail.com<p>Dormansi biji merupakan salah satu kendala utama dalam proses perkecambahan biji pohon tembesu <em>( Fragraea fragrans Roxb</em>.), yang umumnya disebabkan oleh kulit biji yang keras dan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi menggunakan asam sulfat (H₂SO₄) terhadap pematahan dormansi dan peningkatan daya kecambah biji tembesu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan perlakuan skarifikasi kimia menggunakan asam sulfat pada biji tembesu sebelum proses perkecambahan. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul kecambah, persentase daya kecambah, dan kecepatan perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi asam sulfat berpengaruh terhadap pematahan dormansi biji tembesu dibandingkan dengan biji tanpa perlakuan. Skarifikasi kimia mampu melunakkan kulit biji sehingga mempercepat penyerapan air dan memicu proses perkecambahan. Dengan demikian, penggunaan asam sulfat dapat menjadi salah satu metode efektif dalam upaya meningkatkan perkecambahan biji pohon tembesu untuk keperluan pembibitan dan konservasi.</p>2023-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026